pendamping-desa.com-Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 74.961 desa yang tersebar di seluruh penjuru nusantara. Indeks Desa Membangun (IDM) hadir sebagai indikator tunggal yang komprehensif untuk mengukur tingkat perkembangan desa-desa di Indonesia. IDM menjadi alat vital bagi pemerintah pusat dan daerah dalam merencanakan, melaksanakan, serta mengevaluasi program pembangunan desa secara tepat sasaran.
IDM pertama kali diluncurkan pada tahun 2015 oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Indeks ini mengukur perkembangan desa dari berbagai aspek seperti ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi lingkungan. Dengan adanya IDM, status kemajuan setiap desa dapat dipetakan sehingga intervensi pembangunan bisa dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.
Kehadiran IDM menjadi angin segar bagi pembangunan desa di Indonesia. Sebelumnya, upaya memajukan desa sering kali terkendala oleh tumpang tindihnya program dari berbagai kementerian/lembaga. Akibatnya, pembangunan desa menjadi tidak optimal dan cenderung berjalan sporadis. IDM menjadi solusi atas permasalahan tersebut dengan menyatukan berbagai indikator pembangunan desa dalam satu indeks tunggal yang mudah dipahami.
Baca Juga: Mengenal TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) Pengadaan Barang/Jasa di Desa
Komponen Penyusun Indeks Desa Membangun
IDM terdiri dari tiga dimensi utama yaitu ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi/lingkungan. Masing-masing dimensi ini diturunkan ke dalam variabel dan indikator yang lebih spesifik. Berikut penjelasan singkat mengenai komponen penyusun IDM:
1. Dimensi Ketahanan Sosial
Dimensi ini mencakup aspek kesehatan, pendidikan, modal sosial, dan pemukiman. Beberapa indikator yang diukur antara lain akses terhadap fasilitas kesehatan, angka partisipasi sekolah, solidaritas sosial, serta kualitas perumahan dan lingkungan.
2. Dimensi Ketahanan Ekonomi
Dimensi ekonomi meliputi keragaman produksi masyarakat desa, perdagangan, akses kredit dan lembaga ekonomi, serta keterbukaan wilayah. Indikator yang digunakan misalnya keragaman komoditas unggulan, keberadaan pasar desa, akses ke lembaga keuangan, serta ketersediaan jalan dan transportasi.
3. Dimensi Ketahanan Ekologi/Lingkungan
Dimensi ini berfokus pada kualitas lingkungan, potensi rawan bencana, dan tanggap bencana. Beberapa indikator yang diukur yaitu kualitas air, udara, dan lahan, potensi bencana alam, mitigasi bencana, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Klasifikasi Desa Berdasarkan Nilai IDM
Berdasarkan hasil pengukuran IDM, desa-desa di Indonesia diklasifikasikan ke dalam 5 status yaitu:
- Desa Sangat Tertinggal (nilai IDM < 0,491)
- Desa Tertinggal (nilai IDM > 0,491 dan < 0,599)
- Desa Berkembang (nilai IDM > 0,599 dan < 0,707)
- Desa Maju (nilai IDM > 0,707 dan < 0,815)
- Desa Mandiri (nilai IDM > 0,815)
Klasifikasi ini memudahkan pemerintah untuk menyusun program intervensi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing desa. Desa dengan status sangat tertinggal dan tertinggal akan mendapat prioritas dalam upaya percepatan pembangunan.
Manfaat Indeks Desa Membangun
Indeks Desa Membangun memberikan banyak manfaat bagi pembangunan desa di Indonesia, di antaranya:
- Sebagai basis data dan informasi yang komprehensif tentang tingkat perkembangan desa.
- Menjadi alat perencanaan yang efektif dalam menyusun kebijakan dan program pembangunan desa yang tepat sasaran.
- Memudahkan pemantauan dan evaluasi kemajuan pembangunan desa dari waktu ke waktu.
- Mendorong partisipasi aktif masyarakat desa dalam proses pembangunan melalui penyediaan data dan informasi yang mudah diakses.
- Memperkuat sinergi dan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam upaya memajukan desa.
Pemutakhiran Data IDM
Untuk menjaga relevansi dan keakuratan, data IDM perlu dimutakhirkan secara berkala. Pemutakhiran data IDM umumnya dilakukan setiap 1 tahun sekali melalui pendataan langsung ke desa-desa. Proses ini melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah daerah, pendamping Lokal desa, serta masyarakat desa itu sendiri.
Pada tahun 2025, pemerintah kembali melakukan pemutakhiran data IDM untuk memperoleh gambaran terkini tentang kondisi desa-desa di Indonesia. Hasil pemutakhiran ini akan menjadi landasan dalam merumuskan arah kebijakan dan strategi pembangunan desa untuk tahun-tahun mendatang.
Baca Juga: Segera Cek, Apakah Desa Anda Sudah Masuk Katagori Desa Mandiri ???
Penutup
Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan terobosan penting dalam upaya memajukan desa-desa di Indonesia. Dengan adanya indikator tunggal yang komprehensif, pembangunan desa bisa dilakukan secara lebih terarah, efektif, dan tepat sasaran.
IDM juga mendorong partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat desa dalam mewujudkan desa-desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. Mari bersama-sama kita dukung penuh implementasi IDM demi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, dimulai dari membangun desa.